company logo

Buku Kami

http://3.bp.blogspot.com/-XhQ0OLrnluY/TY3J4GUz0rI/AAAAAAAABBo/VUZRKul4R0I/s1600/BERTANI_ORGANIK_DENGAN_TEKNOLOGI_BIOFOB.jpg

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday24
mod_vvisit_counterYesterday130
mod_vvisit_counterThis week575
mod_vvisit_counterLast week645
mod_vvisit_counterThis month1452
mod_vvisit_counterLast month3747
mod_vvisit_counterAll days47805

Online (20 minutes ago): 5
Your IP: 54.226.172.30
,
Today: Dec 15, 2017
Home
Mikroba Tanah

 

Salam Pertanian

 

Mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroba disebut juga organisme mikroskopik. Mikroba seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler) Rata-rata tanah pertanian yang subur memiliki kandungan 100 juta lebih mikroba per gram tanah. Sebagian besar mikroba tanah memiliki peran yang cukup penting untuk tanah pertanian yaitu mikroba dapat menyuburkan tanah sehingga sangat menguntungkan petani. Selain itu  mikroba dapat mendaur ulang hara tanaman juga banyak yang berperan di dalam penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi tanaman.

Tiga unsur hara penting tanaman, yaitu Nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K) seluruhnya melibatkan aktivitas mikroba. Hara N tersedia melimpah di udara kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Namun, N udara tidak dapat langsung dimanfaatkan tanaman.N harus ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya menjadi tersedia bagi tanaman. Mikroba penambat N antara lain : Rhizobium sp, Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Mikroba tanah lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara adalah mikroba pelarut fosfat (P) dan kalium (K). Tanah pertanian kita umumnya memiliki kandungan P cukup tinggi (jenuh).Namun, hara P ini sedikit/tidak tersedia bagi tanaman, karena terikat pada mineral liat tanah. Di sinilah peranan mikroba pelarut P. Mikroba ini akan melepaskan ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman. Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P, antara lain: Aspergillus sp, Penicillium sp, Pseudomonas sp dan Bacillus megatherium. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P, umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K..

Beberapa mikroba tanah mampu menghasilkan hormon tanaman yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Hormon yang dihasilkan oleh mikroba akan diserap oleh tanaman sehingga tanaman akan tumbuh lebih cepat atau lebih besar. Kelompok mikroba yang mampu menghasilkan hormon tanaman, antara lain: Pseudomonas sp dan Azotobacter sp. Mikroba-mikroba bermanfaat tersebut diformulasikan dalam bahan pembawa khusus dan digunakan sebagai biofertilizer (pupuk hayati).

Biotriba 1, Biotriba 2, dan Biotriba 3 juga mengadung mikroba-mikroba asal tanah berguna yang akan membantu para petani menangani masalah-masalah tanah pertanian.

 

 

 
Kesuburan tanah
? ?MENGEMBALIKAN KESUBURAN TANAH ? ?

Tanah yang subur adalah tanah yang apabila ditanami dapat menghasilkan panen yang tinggi sepanjang tahun. Jadi apabila tanah tersebut dapat menghasilkan panen yang tinggi tetapi hanya dapat ditanami satu kali saja selama satu tahun (misalnya karena tidak ada air) maka tidak dapat dikategorikan sebagai tanah yang subur.

Oleh karena itu definisi kesuburan tanah dibedakan lagi menjadi dua yaitu kesuburan tanah aktual, yaitu kesuburan tanah hakiki (aseli/alamiah) dan kesuburan tanah potensial, yaitu kesuburan tanah maksimum yang dapat diperoleh dengan intervensi teknologi yang mengoptimumkan semua faktor, misalnya dengan memasang instalasi pengairan untuk lahan yang tidak tersedia air secara terus menerus atau yang lainnya.

Nilai kesuburan tanah tidak dapat diukur atau diamati tetapi hanya dapat diperkirakan (ditaksir). Perkiraan nilainya dapat dilakukan berdasarkan sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang terukur, yang kemudian dihubungkan/dikaitkan dengan penampilan (performance) tanaman menurut pengalaman atau hasil penelitian sebelumnya. Kesuburan tanah juga dapat ditaksir dengan mengamati keadaan tanaman secara langsung.

Dengan cara pertama hanya dapat diketahui sebab-sebab yang menentukan kesuburan tanah, sedangkan dengan cara kedua hanya dapat diketahui tanggap (reaksi) tanaman terhadap keadaan tanah yang dihadapinya.

Komponen Kesuburan Tanah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, secara garis besar beberapa komponen yang dapat mempengaruhi nilai kesuburan tanah adalah: sifat fisika tanah, sifat kimia tanah, sifat biologi tanah, faktor eksternal dan interaksi diantaranya.

Sifat fisika tanah ditunjukkan dengan tekstur dan struktur tanahnya. Ada tanah yang bertekstur kasar sampai halus. Semakin halus tekstur tanah semakin banyak air yang dapat diikat. Struktur tanah ada yang keras sampai remah/gembur. Tanah yang gernbur akan mengoptimalkan perkembangkan akar tanaman.

Sifat kimia tanah ditunjukkan dengan nilai pH/keasaman dan kandungan unsur hara di dalam tanah. Nilai pH optimum (sekitar 7) akan memudahkan unsur hara tersedia bagi tanaman.

Sifat biologi tanah adalah keadaan mahkluk hidup baik tumbuhan maupun hewan dari yang besar sampai yang sangat kecil (mikroorganisme). Keberadaan mereka ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan. Beberapa mikroorganisme menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tanaman misal Pythium(penyebab penyakit akar) dan Fusarium penyebab penyakit layu pada sayur dan buah-buahan.
Sedangkan yang menguntungkan antara lain cacing tanah, bakteri yang dapat mengubah CO menjadi CO2 dan Actinomycetes yang dapat menghasilkan antibiotik bagi tanaman.

Faktor eksternal adalah iklim setempat yang dapat mempengaruhi sifat-sifat tanah. Intensitas sinar matahari, curah hujan, kelembaban kecepatan angin dan sebagainya dapat memberikan pengaruh yang baik rnaupun sebaliknya. Selain itu interaksi antara berbagai komponen yang telah disebutkan akan memberikan pengaruh yang spesifik terhadap kesuburan tanah.

Patut diingat bahwa setiap jenis tanaman mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda terhadap kondisi tanah, sehingga setiap interaksi berbagai komponen tersebut akan memberikan reaksi ysng berbeda pula terhadap pertumbuhan tanaman.

Untuk menentukan nilai kesuburan tanah maka perlu dilakukan evaluasi kesuburan tanah. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk melakukan evaluasi adalah: analisis tanah, mengamati gejala-gejala pada pertumbuhan tanaman, analisis tanaman, percobaan di lapangan dan percobaan di rumah kaca.

Analisis tanah dilakukan untuk mengetahui pH, kandungan unsur hara, bahan organik dan sebagainya sehingga akan diketahui kandungannya untuk dibandingkan dengan kebutuhan pada masing-masing tanaman. Dengan berbagai kegiatan tersebut akan diketahui status kesuburan tanah dan selanjutnya dapat ditentukan tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanahnya misalnya dengan pemupukan atau pengairan.

Dari hasil evaluasi kesuburan tanah baru bisa ditetapkan langkah-langkah untuk mengembalikan kesuburannya, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan bahan organik, pemupukan dengan penambahan unsur hara tertentu, pengolahan lahan, pengairan dan drainase.

Yang perlu menjadi perhatian adalah agar kegiatan untuk menyuburkan tanah malah mengakibatkan tanah menjadi tidak subur (miskin). Selama ini sudah terlanjur menjadi paham terutama pada petani tradisional bahwa dengan menggunakan pupuk kimia otomatis dapat meningkatkan kesuburan tanahnya.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa nilai kesuburan tanah merupakan interaksi dari beberapa komponen termasuk keberadaan bahan organik dan mikroorganisme yang berada di dalam tanah. Keberadaan mikroorganisme ini semakin berkurang seiring dengan peningkatan penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Padahal keberadaan mikroorganisme tersebut dibutuhkan untuk perombakan bahan organik agar tersedia untuk tanaman, menekan perkembangan mikroorganisme tanah yang dapat menimbulkan penyakit pada tanaman dan yang lainnya.

Pengembalian bahan organik sudah jarang dilakukan lagi karena dinilai tidak praktis, padahal dalam bahan organik tersebut juga tersedia unsur hara yang dibutuhkan tanaman selain juga dapat memperbaiki struktur tanah (keras menjadi lebih gembur).

Oleh karena itu, kami selalu menyarankan untuk memakai produk organik. Kami memiliki :
1. Biovaksin BIOFOB
2. Biodekomposer BIOTRIBA 1
3. Pupuk Organik BIOTRIBA 2 dan SIORI HAYATI
3. Biopestisida BIOTRIBA 3
4. Pestisida Nabati SIORI SPO dan MITOL 20 EC
5. Kompos ORGANOTRIBA PLUS
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Produk yg Pernah Digunakan?




Powered by Joomla!. Designed by: Phenomenon WordPress Template  Valid XHTML and CSS.